Palembang,Sahabatpers — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Raden Fatah Palembang resmi memanaskan barisan. Hasil awal konsolidasi internal yang digelar dalam rangka menyikapi Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) 2026 menegaskan satu sikap politik: PMII siap berkontestasi dan merebut ruang strategis kemahasiswaan.
Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa PMII tidak datang sebagai penonton, melainkan sebagai kekuatan ideologis, struktural, dan kultural yang siap menawarkan arah baru bagi demokrasi mahasiswa UIN Raden Fatah. Dinamika kampus yang stagnan, minim gagasan, dan miskin keberpihakan pada kepentingan mahasiswa menjadi catatan serius yang mendorong PMII turun gelanggang.
“Pemira bukan sekadar ajang perebutan kursi, tetapi pertarungan gagasan dan keberpihakan. PMII tidak akan diam ketika demokrasi kampus kehilangan arah,” tegas salah satu kader dalam forum konsolidasi.
PMII menilai bahwa Pemira 2026 harus dikembalikan pada ruhnya: demokratis, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan mahasiswa. Oleh karena itu, konsolidasi awal ini difokuskan pada pemetaan kekuatan, pembacaan situasi politik kampus, serta peneguhan komitmen kader untuk bergerak secara kolektif dan terorganisir.
Dengan pengalaman panjang dalam gerakan mahasiswa, PMII percaya diri menatap Pemira 2026. Mesin organisasi mulai dipanaskan, barisan kader dirapatkan, dan narasi perubahan mulai disuarakan. PMII tidak hanya siap ikut Pemira — PMII siap menentukan arah.
Pemira 2026 bukan akhir, melainkan awal pertarungan besar gagasan mahasiswa.
(Yusrah)







