Palembang, Sahabat Pers – Palembang bersiap menghadapi gelombang besar aksi mahasiswa. Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah Palembang, Ilham, secara lantang menyatakan bahwa 2.000 mahasiswa UIN siap turun ke jalan pada Senin, 1 September 2025, mengepung Gedung DPRD Sumatera Selatan.
Dalam keterangannya, Ilham menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan ledakan perlawanan moral mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
“Catat baik-baik, Senin nanti Dua ribu mahasiswa UIN Raden Fatah akan memenuhi halaman DPRD Sumsel. Kami datang bukan untuk menonton, tapi untuk mengguncang kursi kekuasaan agar mendengar suara rakyat,” tegas Ilham penuh semangat.
Ilham menegaskan bahwa mahasiswa tidak bisa terus diam ketika rakyat menjerit. Menurutnya, DPRD Sumsel selama ini dinilai terlalu nyaman di kursi kekuasaan dan buta terhadap penderitaan masyarakat.
“Kalau DPRD Sumsel tuli terhadap jeritan rakyat, maka mahasiswa akan menjadi pengeras suara kebenaran. Kami akan turun, berdiri di depan gedung dewan, dan menagih tanggung jawab mereka!” ujarnya dengan nada lantang.
Gelombang mahasiswa UIN Raden Fatah ini diprediksi akan menjadi salah satu aksi terbesar di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025. Aksi ini juga mendapat dukungan moral dari berbagai elemen mahasiswa dan aktivis lintas kampus.
Aparat keamanan pun dikabarkan menyiapkan ribuan personel untuk mengawal jalannya demonstrasi agar tidak berujung ricuh. Namun, massa menegaskan bahwa semangat mereka tak akan surut meski berhadapan dengan barisan aparat.
Senin, 1 September 2025 akan tercatat sebagai hari panas bagi politik Sumatera Selatan. Ketika 2.000 mahasiswa UIN Raden Fatah turun, suara lantang mereka bukan hanya mengguncang Gedung DPRD, tetapi juga menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap segala bentuk ketidakadilan.
(Yusrah )








